Pencegahan Penyakit pada Ikan Cupang Aduan

Meskipun obat - obatan ikan cupang aduan banyak dijual di pasaran, tetapi upaya pencegahan terhadap serangan penyakit serta parasit merupakan langkah yang terbaik. Penyebab utama penyakit pada ikan cupang berasal dari pakan alami. 
Pakan alami yang paling rawan membawa bibit penyakit adalah cacing sutera. Itu sebabnya cacing sutera tidak diberikan untuk ikan cupang adu. Selain mengandung penyakit, cacing sutera juga membuat ikan cupang menjadi gemuk. 
Selain cacing sutera, jentik nyamuk (cuk) dan kutu air (daphnia) yang diambil dari genangan air yang kotor tanpa dibersihkan lebih dahulu dapat membawa bibit penyakit.
Meski bibit penyakit sudah terlanjur masuk kedalam wadah, ikan cupang belum tentu langsung terserang penyakit. 

Ada faktor yang membuat ikan cupang adu terserang penyakit:
- suhu air dibawah 26°C
- pH dibawah 6,2
- kesadahan dibawah 5° HD

Mungkin juga serangan penyakit disebabkab oleh penggantian ber  pH diatas 7,2.
Air yang ber pH diatas 7,2 dapat menyebabkan lendir ditubuh ikan cupang adu  menjadi berkurang atau hilang, sehingga cupang adu dapat diserang penyakit. 

Hindari latihan fisik terlalu berat untuk ikan cupang

Ada beberapa langkah pencegahan untuk mengurangi  resiko penyerangan penyakit pada ikan cupang

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengganti air di dalam wadah pemeliharaan minimal sekali dalam seminggu.  Sebaiknya air tersebut sudah diendapkan selama 24 jam.Bila ikan akan dimasukkan dalam wadah baru, bubuhkan garam dapur sebanyak satu sendok teh untuk 5 - 7 liter air. Pemberian garam dapur berfungsi untuk membuat kesadahan air menjadi 8° - 10° HD. 

Langkah selanjutnya adalah pemberian daun ketapang secukupnya kedalam air sehingga pH air menjadi 6,5 - 7. Sementara suhu air harus dipertahankan 24° - 27° C.
Kemudian bubuhkan antibiotika secukupnya.
 

Langkah terakhir, bersihkan jentik nyamuk, kutu air, sebelum diberikan untuk pakan ikan cupang aduan.