Sarana Pemijahan Cupang Adu

Memijahkan ikan cupang aduan tidak terlalu sulit, karena ikan ini mampu berkembang biak meskipun tempat tinggalnya sempit.

Sarana yang diperlukan:

1. Bak Semen
Di kalangan penangkar, bak semen untuk memijahkan cupang adu sering disebut lubuk.  Anak – anak cupang yang dilahirkan dalam satu bak yang sama disebut anak satu lubuk. Umumnya anak – anak cupang adu jantan yang dibesarkan bersama – sama di dalam satu lubuk relatif bisa damai. Untuk pemijahan diperlukan bak semen berukuran 100 cm x 100 cm. Bak yang baru selesai dibuat jangan langsung digunakan, biarkan dahulu agar bau semennya hilang. Untuk menghilangkan bau semen, bak diisi dahulu dengan air dan dibiarkan selama satu minggu, lalu dikuras. Selanjutnya bak tidak diisi air selama tiga hari.
Air kolam perlu disterilisasi dahulu sebelum dipergunakan. Hal ini bertujuan agar serangan penyakit dan parasit pada kolam dapat di cegah. Sterilisasi air ini biasanya mempergunakan antibiotika prefuran atau tetrasiklin sebanyak 10 ppm yang dilarutkan ke dalam bak.

2. Aquarium
Akuarium yang dipergunakan untuk memijahkan cupang adu berbeda – beda ukurannya. Ada yang menggunakan akuarium ukuran 40 cm x 60 cm, adapula 20 cm x 40 cm dengan ketebalan kaca 2 mm. Ukuran yang kedua ini banyak digunakan oleh para penangkar. Peletakan akuarium untuk pemijahan harus diperhatikan. Tempat terbaik untuk meletakkannya adalah tempat yang teduh dan ternaungi dari sinar matahari langsung dan curah hujan.

3. Drum

4. Kolam Ikan (kolam tanah)
Biasanya kolam ini dipergunakan untuk anak ikan cupang aduan yang telah berumur 1 bulan atau lebih.