Pakan Alami Ikan Cupang

     Pakan alami berarti pakan yang berasal dari alam tanpa proses lanjutan. Di alam, ikan cupang aduan hidup dengan menyantap beragam pakan alami seperti infusoria, kutu air (daphnia), jentik nyamuk (cuk), cacing sutera atau cacing darah (blood worm) dan udang renik (artemia salina).

 Infusoria

Infusoria merupakan pakan alami yang sangat baik untuk anak ikan pada awal kehidupannya yaitu sejak burayak berumur dibawah dua minggu. Jasad renik ini berukuran sangat kecil, hanya sekitar 0,04-0,1 mm. Infusoria sering hidup berkelompok dengan sesamanya berwarna putih bagaikan susu sehingga mudah terlihat. Pemberian infusoria berdasarkan jumlahnya di air. 
- Bila air di kolam sudah tampak bening, infusoria perlu ditambah lagi.
- Seandainya air masih tetap berwarna putih susu, infusoria jangan ditambah. - Jika air berbau seperti sayuran busuk, air yang mengandung infusoria harus diencerkan.


Kutu Air (Daphnia)

Kutu Air (Daphnia) biasanya diambil dari genangan air yang belum diketahui kebersihannya. Untuk mencegah berjangkitnya penyakit, maka kutu air harus beberapakali dibersihkan sebelum diberikan kepada ikan cupang. Kutu air diberikan dengan cara ad libitum (tersedia setiap saat) agar cupang tidak bertarung memperebutkan pakan. Pemberian kutu air dapat dilakukan sejak anak cupang berumur seminggu hingga tiga bulan.


Jentik Nyamuk (Cuk)

Jentik Nyamuk yang berukuran halus diberikan sebagai pakan tambahan setelah burayak ikan cupang aduan berumur 3-4 bulan. Setelah berunur 4 bulan, anak ikan atau cupang muda diberikan jentik nyamuk berukuran besar atau kasar.
Jentik Nyamuk yang pendek dan bengkok atau yang pangkal ekornya terdapat bulu bulu halus harus dibuang karena kepalanya keras sehingga dapat merusak gigi cupang muda. Memilih jentik nyamuk sangatlah mudah. Setelah dimasukkan kedalam ember dan didiamkan beberapa saat, jentik nyamuk yang bengkok akan naik paling awal kepermukaan air. Segera serok dengan saringan berlubang kasar agar jentik nyamuk yang berukuran halus dapat keluar. Lakukan dengan cepat dan berulang kali hingga yang tertinggal dalam ember hanya jentik nyamuk berukuran halus.  
Pemberian jentik nyamuk sebaiknya secara teratur agar cupang muda tidak berkembang terlalu pesat. Waktu pemberian yang paling tepat antara pukul 7.00-8.00 dan pukul 16.00-17.00.